radiasi matahari dan benda hitam

MAKALAH FISIKA ATMOSFER

RADIASI MATAHARI DAN BENDA HITAM








Dosen Pembimbing :
Bpk. Muhammad Fadli

Di Susun oleh :
Arrizal Rahman Fatoni                      ( 13.11.2464)
Ayu Zulfiani                                      ( 13.11.2465)
Tulus Gabe Cahyo Sianturi               ( 13.11.2494)
Yudhit Adiyatma                              ( 13.11.2495)

KELAS METEOROLOGI 3E
AKADEMI METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
TAHUN AKADEMIK 2011/2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk bekerja bersama untuk menyelesaikan makalah ini. Dimana makalah ini merupakan salah satu dari tugas mata kuliah fisika atmosfer, yaitu mengenai radiasi matahari dan benda hitam.
Kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing bapak Muhammad Fadli dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Tentunya dalam penulisan dan penyusunan makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan atas segala kekurangannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.








Tangerang, Desember 2012

Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bila berbicara mengenai Radiasi Matahari, terdapat satu bagian didalamnya yang disebut Cahaya Tampak. Berbicara mengenai pengukuran, pengukuran radiasi matahari dengan cahaya tampak (penerangan) satu dengan lain saling membatasi diri (terpisah) meskipun bersumber sama. Ini disebabkan daerah panjang gelobang yang diamati berbeda.
Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di matahari. Energi radiasi matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah.
Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor. Jarak matahari, Intensitas radiasi matahari, yaitu besar kecilnya sudut datang sinar matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus, Panjang hari (sun duration), yaitu jarak dan lamanya antara matahari terbit dan matahari terbenam, Pengaruh atmosfer. Sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diadsorbsi oleh gas-gas, debu dan uap air, dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi.
Radiasi matahari merupakan salah satu komponen iklim yang cukup berpengaruh dalam menentukan pertumbuhan tanaman ataupun keseluruhan aktivitas  mahluk hidup yang ada diatas permukaan bumi. Radiasi matahari membantu tanaman untuk melakukan fotosintesis. Adapun radiasi yang digunakan untuk proses fotosintesis dikenal dengan sebutan PAR (Photosynthetic Acid Radiation).
Cahaya matahari membantu tanaman untuk melakukan fotosintesis. Yang mana fotosintesis adalah suatu proses pembentukan energi oleh tanaman tersebut. Besar kecilnya radiasi matahari sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Hal ini dikarenakan proses fotosintesis merupakn proses pembentukan makanan yang dapat digunakan untuk menunjang pertumbuhan dan juga perkembangan tanaman.

Sebagian besar energi yang mencapai bumi berasal dari radiasi matahari sebagian spektrum ultraviolet, tampak sampai inframerah. Radiasi mataharai merupakan sumber energi yang mempengaruhi gerak atmosfer, berbagai proses di dalam atmosfer, dan lapisan permukaan bumi. Distribusi radiasi elektron magnetik yang diemisikan oleh matahari mendekati radiasi benda hitam untuk temperatur 6000 kelvin.
            Sekitar 99,9% energi panas yang diperlukan untuk proses – proses yang terjadi di dalam sistem bumi - atmosfer berasal dari matahari. Setiap menit matahari meradiasikan energi sekitar 56x1026 kal.
            Beberapa hukum radiasi didasarkan pada konsep benda hitam, yaitu sebuah benda hipotesis atau sebuah massa material dengan temperatur dan komposisi seragam. Konsep benda hitam dapat berupa lapisan atmosfer atau lapisan permuakaan sebuah massa material padat seperti permukaan bumi. Karakteristik lain dari benda hitam adalah bahwa semua radiasi yang jatuh pada benda hitam diserap dan bahwa terjadi emisi semaksimum mungkin dalam semua panjang gelombang dan segala arah. 

















BAB II
ISI
A.                RADIASI MATAHARI
            Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua menyatakan bahwa radiasi adalah pemancaran dan perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang atau antara, misal pemancaran dan perambatan gelombang elektromagnetik, gelombang bunyi; gelombang lenting; penyinaran.

Radiasi matahari merupakan unsur iklim/cuaca utama yang akan mempengaruhi keadaan unsur iklim/cuaca lainnya. Perbedaan penerimaan radiasi surya antar tempat di permukaan bumi akan menciptakan pola angin yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap kondisi curah hujan, suhu udara, kelembaban nisbi udara, dan lain-lain.
Pengendali iklim suatu wilayah berbeda dari pengendali iklim di bumi secara menyeluruh. Pengendali iklim bumi yang dikenal sebagai komponen iklim terdiri dari lingkungan atmosfer, hidrosfer, litester, kriosfer, dan biosfer. Dalam hal ini akan terjadi hubungan interaksi dua arah di antara ke lima jenis lingkungan tersebut dengan unsur iklim/cuaca. Kondisi iklim/cuaca akan mempengaruhi proses-proses fisika, kimia, biologi, ekofisiologi, dan kesesuaian ekologi dari komponen lingkungan yang ada.
Intensitas radiasi matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus.



a.         MEKANISME DAN KLASIFIKASI RADIASI
Kita percaya bahwa Matahari adalah sumber energi yang memanasi permukaan Bumi. Tetapi bagaimana energi ini dikirim dari Matahari ke Bumi?
            Energi matahari melakukan jalannya ke Bumi dengan mekanisme pemindahan energi yang dinamakan radiasi. Energi yang dipindahkan dengan radiasi berjalan keluar dari sumbernya dalam segala arah. Matahari memancarkan cahaya dan panas maupun cahaya UV yang menyebabkan warna kuning coklat karena terbakar panas sinar matahari. Cahaya, panas dan cahaya UV adalah hanya bagian dari deretan besar energi yang dinamakan radiasi elektromagnetik, atau radiasi.

            Tidak sepenuhnya, transmisi radiasi elektromagnetik serupa dengan gelombang laut. Seperti gelombang laut, gelombang elektromagnetik datang dalam berbagai ukuran. Spektrum elektromagnetik dibagi berdasarkan  panjang gelombang. Sinar Gamma mempunyai panjang gelombang terpendek – kurang dari sepermilyar centimeter, dan gelombang radio adalah yang terpanjang, dengan panjang gelombang dapat mencapai kilometer. Cahaya tampak, seperti namanya, adalah hanya bagian dari spektrum yang dapat kita lihat. 
            Cahaya tampak kenyataannya terdiri dari campuran warna, masing-masing berhubungan dengan panjang gelombang yang berbeda. Hal ini dapat didemonstrasikan dengan melewatkan cahaya matahari melalui prisma. Setiap panjang gelombang cahaya dibelokan secara berbeda menghasilkan susunan warna yang kita kenal dengan bianglala. Violet mempunai panjang gelombang terpendek dan  merah mempunyai panjang gelombang terpanjang.
            Cahaya yang mempunyai panjang gelombang yang lebih panjang dari cahaya merah adalah radiasi infrared. Radiasi infrared tidak tampak, tetapi kita merasakannya sebagai panas. Panjang gelombang tak tampak yang paling dekat dengan violet dinamakan  ultraviolet,dimana cahaya ini dapat menjadi  penyebab luka bakar di kulit karena panas sinar matahari.
            Walaupun radiasi elektromagnetik dibagi menjadi beberapa klasifikasi, seluruh bentuk pada dasarnya adalah sama. Ketika setiap bentuk radiasi diserap oleh suatu obyek, hasilnya adalah kenaikan suhu. Seluruh panjang gelombang berpindah menembus angkasa pada kecepatan 300,000 km (186,000 mil) per detik (kecepatan cahaya). Untuk memahami bagaimana atmosfer dipanasi, perlu mempelajari beberapa hukum dasar yang menguasai radiasi. Salah satu  hukum dasar yang menguasai radiasi menegaskan bahwa: semua obyek, pada suhu berapa saja, mengemisikan energi radiant. Tidak saja obyek panas seperti Matahari, tetapi juga benda dingin seperti es, mengemisikan energi. Hukum dasar ke dua menegaskan bahwa: makin panas benda yang meradiasikan, makin pendek panjang gelombang dari emisi maksimum.
            Hukum dasar yang lain yang berkaitan dengan radiasi menegaskan bahwa: obyek yang merupakan  absorber radiasi yang baik, seperti permukaan Bumi, juga merupakan emiter yang baik. Permukaan Bumi dan Matahari menyerap dan meradiasikan dengan efisiensi hampir 100% untuk masing-masing suhunya. Sedangkan, gas-gas adalah absorber dan radiator yang selektif. Dan Atmosfer adalah campuran dari gas-gas. Dengan demikian gas-gas yang membentuk atmosfer adalah absorber dan emitter yang baik dari beberapa panjang gelombang tetapi tidak menyerap atau  mengemisikan panjang gelombang yang lain. Beberapa gas adalah absorber dan emitter yang baik dari radiasi gelombang panjang. Pengalaman menceritakan bahwa atmosfer adalah transparan terhadap cahaya tampak karena cahaya tersebut dengan segera mencapai permukaan Bumi. Sebaliknya, gas-gas yang membentuk atmosfer kita mampu menyerap dan mengemisikan banyak radiasi yang lebih panjang yang diemisikan oleh Bumi.

            Efek Atmosfer terhadap radiasi matahari memiliki rincian sebagai berikut :
2%       dipantulkan oleh permukaan bumi
6%       dipantulkan oleh hamburan atmosfer
27%     dipantulkan oleh awan
14%     radiasi matahari yang diterima akan diserap oleh atmosfer ( uap air, awan, debu, gas – gas permanen )
51 %    sisanya diserap oleh permukaan bumi yang digunakan untuk memanasi atmosfer.
Rinciannya sebagai berikut
            34 % radiasi langsung diserap oleh bumi
17     radiasi difusi 


b.               RADIASI MATAHARI YANG DATANG
            Radiasi matahari tidak semuanya dapat sampai ke permukaan bumi ( 43%) karena pada saat memasuki atmosfer bumi terhalang oleh beberapa proses ayaitu
1.    Proses penyerapan ( absorbtion)
2.    Proses pemantulan (reflection)
3.    Proses pemancaran (scattering)

1.      Absorbsi
Sebagian besar radiasi matahari diserap oleh awan dan aerosol.
2.      Reflection

Sebagian energi matahari dipantulkan kembali ke ruang angkasa. Dia meninggalkan dalam panjang gelombang pendek yang sama ketika dia datang ke Bumi.

3.      Scattering
Scaterring adalah proses dimana gas-gas dan  partikel yang sangat kecil di atmosfer membelokkan eneergi matahari. Ketika berkas cahaya dibaurkan, dia menghasilkan banyak cahaya yang lebih lemah. Beberapa energi dikembalikan ke ruang angkasa. Scattering menjelaskan bagaimana cahaya mencapai daerah bayangan atau kamar dimana cahaya matahari langsung tidak ada.

c.                       ALBEDO
Pada rata-ratanya, sekitar 30% dari energi matahari yang dihalangi Bumi dipantulkan dan dibaurkan kembali ke angkasa. Persentase total radiasi yang dipantulkan oleh permukaan dinamakan ALBEDO.
Albedo permukaan daratan dan permukaan  laut umumnya rendah (satu pengecualian adalah permukaan yang tertutup es dan salju). Sebaliknya albedo awan umumnya tinggi.
Dengan Mudah dapat membedakan awan dari permukaan Bumi dalam citra tersebut. Permukaan daratan dan air nampak gelap (albedo rendah), akan tetapi awan nampak putih (albedo tinggi).
Sebagian energi matahari diserap secara langsung oleh atmosfer dan awan. Seperti yang anda lihat, persentasenya relatif kecil. Presentase dari energi matahari datang yang benar2 paling besar menembus atmosfer dan diserap pada permukaan Bumi. Dengan demikian atmosfer tidak menerima jumlah yang besar dari energinya secara langsung dari Matahari. Seperti yang akan kita lihat, dia dipanasi terutama oleh energi yang pertama-tama diserap oleh permukaan Bumi dan kemudian diemisikan oleh permukaan ke langit. Persentase yang ditunjukkan digambar adalah rata-rata global. Jumlah aktual dapat bervariasi karena beberapa faktor yang dapat menyebabkan albedo bervariasi.
Istilah Tambahan :
Disrect radiation
Radiasi mataharai yang dapat langsung mencapai permukaan bumi.
Sky radiation
Radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi secara tidak langsung
Global radiation
Jumlah radiasi matahari yang langsung ( direction radiation) dan radiasi tidak langsung (sky radiation) yang sampai ke prmukaan bumi.
Refraction
Refraksi (pembiasan) dalam optic geometris didefinisikan sebagai perubahan arah rambat partikel cahaya akibat terjadinya percepatan

d.   PENYEBAB ALBEDO BERVARIASI
Sudut berkas cahaya Matahari mempengaruhi persentase cahaya yang dipantulkan. Makin kecil sudut Matahari, makin panjang lintasan menembus atmosfer. Lintasan yang lebih panjang menembus atmosfer meningkatkan jumlah scaterring dan pemantulan.
Ketika albedo meningkat, ada sedikit energi matahari tersedia untuk memanasi Bumi dan atmosfernya. Bila albedo mengecil, lebih energi yang tersedia.
Faktor yang Menyebabkan Variasi dalam Albedo:
ü  Tutupan awan
ü  Sifat dasar permukaan
ü  Sudut Matahari 

e.    PENGARUH WARNA PADA ALBEDO
Tinjau kembali bahwa persentase total radiasi yang dipantulkan oleh permukaan disebut albedo permukaan tersebut. Albedo dari satu tempat ke tempat dan dari waktu ke waktu dapat sangat bervariasi. Permukaan yang berbeda memantulkan dan menyerap cahaya dengan beda pula. Ingat bahwa atmosfer dipanasi ketika radiasi gelombang panjang dari Bumi diserap oleh atmosfer. Permukaan dengan albedo tinggi adalah bukan penyerap radiasi matahari yang efisien. Melainkan, permukaan semacam itu memantulkan persentase yang tinggi dari panjang gelombang pendek Matahari kembali ke angkasa.
Karena radiasi matahari gelombang pendek yang dipantulkan oleh permukaan Bumi tidak diserap oleh atmosfer, suhu atmosfer di atas permukaan dengan albedo tinggi lebih dingin daripada jika albedonya lebih rendah.
Untuk memahami pengaruh warna pada albedo, mari kita melakukan percobaan

Dari percobaan diketahui bahwa obyek warna gelap menyerap persentase cahaya lebih besar daripada warna cerah. Obyek warna cerah mempunyai albedo lebih besar dari pada obyek warna gelap. Jika anda tinggal di wilayah dengan winter yang panjang dan dingin, atap berwarna gelap akan menjadi pilihan terbaik. Dengan jumlah radiasi yang sama mencapai permukaan, udara di atas permukaan yang tertutup salju akan menjadi lebih dingin daripada udara di atas permukaan yang berwarna gelap.

f.     PEMANFAATAN RADIASI MATAHARI
Diantara sekian banyak manfaat energi panas radiasi matahari diantaranya: pengeringan, penguapan dan penghematan energi pada bangunan.
Pengeringan. Pengeringan hasil pertanian dan perikanan dengan radiasi matahari telah dikenal sejak lama dalam kehidupan sehari-hari. Bila diketahui ketersediaan energi radiasi (jumlah dan lama) maka dapat diperkirakan lama pengeringan dan ketebalan optimal sesuatu bahan, bila tak mencukupi digunakan energi kovensional, jangan terbalik. Penetapan penggunaan pengeringan dari radiasi matahari, menghemat pemakaian energi konfensional (listrik atau BBM), istilah sekarang disebut hemat (efisiensi). Bila pengeringan menggunakan plat penadah energi matahari, maka untuk mendapatkan energi panas yang optimal pada plat penadah tersebut, permukaannya dimiringkan.
Penguapan. Penguapan akibat dari radiasi matahari adalah pada pembuatan garam. Bila diketahui ketersediaan radiasi (jumlah dan lama) dapat ditentukan kedalaman air yang optimal pada kolam garam sehingga diperoleh penguapan yang optimal. Pada kolam ikan, ketersediaan radiasi menghangatkan air dan mengakibatkan penuapan. Aliran masukan air dan kehangatan air pada kedalaman tertentu akan menghasilkan produksi kolam optimal. Pada pengairan pertanian, bila diketahui ketersediaan radiasi matahari akan diperoleh laju penguapan dan kebutuhan air untuk kedalaman tertentu. Perhitungan kedalaman air, menghasilkan pembagian air merata, jangan terjadi air disuatu tempat melebih kedalaman tertentu ditempat lain kekeringan. Hasil perhitungan ini akan diperoleh sistem pengairan yang optimal. Pada bendungan, laju penguapan air akibat radiasi matahari diperlukan dalam menentukan persediaan dan distribusi air dimusim kemarau. Dan lain-lain.
Bahan. Penetapan jenis, luas bahan, ketebalan untuk keperluan tertentu yang optimal berdasarkan ketersediaan radiasi matahari (panas). Perhitungan ini akan terjadi efisiensi penggunaan bahan.
Bangunan. Ketersediaan radiasi matahari pada bidang tegak lurus dan miring, untuk keperluan konservasi energi (tataudara (AC) dan tatacahaya) dalam bangunan. Berikut terjadi penghematan energi listrik.
Energi Listrik. Energi matahari dapat pula diubah menjadi energi listrik, menggunakan sel surya (solar cell). Ketersediaan radiasi matahari dapat digunakan untuk memperkirakan luas dan  kemiringan yang optimal panel cel surya untuk mengasilkan energi listrik. Panel cel surya sangat bermanfaat untuk daerah terpencil. berarti menghemat BBM. Persoalan sekarang, adakah sel surya buatan para pakar Indonesia. Bila ada meskipun efisiensi panel sel surya rendah tidak masalah, kerena dibuat sendiri. Bila dibuat sendiri, dapat dikembangkan sehingga diperoleh efisiensi yang lebih baik setiap waktu.
Perkiraan radiasi matahari dipermukaan bumi untuk diubah kebentuk energi lain, dapat digunakan model matematis (sederhana).


B.                RADIASI BENDA HITAM
Dalam fisika, benda hitam (black body) adalah obyek yang menyerap seluruh radiasi yang jatuh kepadanya. Tidak ada radiasi yang dapat keluar atau di pantulkannya. Namun demikian, dalam fisika klasik, secara teori benda hitam  haruslah juga memancarkan seluruh panjang gelombang energy yang mungkin, karena hanya dari sinilah energi benda itu dapat diukur.
Meskipun namanya benda hitam, dia tidaklah harus benar-benar hitam karena dia juga memancarkan energi. Jumlah dan jenis radiasi elektromagnetik yang dipancarkannya bergantung pada suhu benda hitam tersebut. Benda hitam dengan suhu di bawah sekitar 700 kelvin hampir semua energinya dipancarkan dalam bentuk gelombang inframerah, sangat sedikit dalam panjang gelombang tampak. Semakin tinggi temperatur, semakin banyak energi yang dipancarkan dalam panjang gelombang tampak dimulai dari merah, jingga, kuning dan putih.
Istilah "Benda Hitam" pertama kali diperkenalkan oleh Gustav Robert Kirchhoff  pada tahun 1862. Cahaya yang dipancarkan oleh benda hitam disebut radiasi benda hitam.
Jika kita memperhatikan besi saat disambung (dilas). Bagian besi yang akan disambung harus dipanaskan terlebih dahulu. Saat dipanaskan, besi tampak kemerahan. Kemudian jika terus dipanaskan akan tampak warna cahaya yang dipancarkan oleh besi menjadi kebiruan. Mengapa demikian? besi yang dipanaskan memancarkan energi atau gelombang elektromagnetik yang dapat berupa cahaya tampak. Pancaran energi suatu benda karena pengaruh suhunya disebut radiasi termal. Radiasi termal selalu ada pada setiap benda, akan tetapi tidak semua radiasi termal tersebut dapat dilihat oleh mata.
Benda ada yang mudah  menyerap radiasi, ada pula yang mudah memancarkan radiasi dan sebaliknya. Benda yang dapat menyerap seluruh radiasi yang diterimanya dan memancarkan seluruh radiasi yang dikeluarkannya disebut sebagai benda hitam. Benda hitam dimodelkan sebagai suatu rongga dengan celah bukaan yang sangat kecil. Jika ada radiasi yang masuk ke dalam rongga melalui lubang, radiasi tersebut akan dipantulkan berulang-ulang oleh dinding dalam rongga sehingga terserap habis energinya. Tidak ada radiasi yang terpantul memancarkan keluar lubang karena lubang sangat kecil-kecil. Jadi, rongga berlubang kecil ini berkelakuan sebagai benda hitam karena dapat menyerap seluruh radiasi yang diterimanya. Demikian pula jika rongga ini memancarkan radiasi, tak ada radiasi yang kembali ke rongga. Dengan demikian, rongga juga akan memancarkan seluruh energi yang dikeluarkannya.
a.                  Hukum Stefan-Boltzmann
Energi radiasi setiap detik per satuan luas disebut sebagai intensitas radiasi yang diberi lambang I.  Kemampuan sebuah benda untuk menyerap radiasi kalor berkaitan dengan kemampuannya untuk memancarkan radiasi. Benda hitam merupakan penyerap dan pemancar radiasi terbaik. Energi persatuan luas dan persatuan waktu atau intensitas radiasi total yang dipancarkan oleh benda hitam dari seluruh spektrum energi yang dipancarkan dapat dinyatakan dengan hukum Stefan-Boltzmann, yang dituliskan sebagai berikut.
Besarnya fluks radiasi yang dipancarkan suatu benda setara dengan pangkat empat suhu mutlak tersebut
R = T4
Keterangan :
R         = Fluks radiasi (  )
          = Emisifitas ( 0 – 1)
          = Ketetapan Boltzman ( 5,67x10-8k4)
T          = Suhu mutlak

Tetapan Stefan-Boltzmann besarnya 5,67 x 10-8 Wm-2K-4 dan T  adalah suhu  mutlak benda dalam satuan kelvin (K). Dari persamaan diatas dapat ditentukan satuan intensitas radiasi (I) adalah watt meter-2(Wm-2).  e adalah koefisien emisivitas yang memiliki nilai antara 0 dan 1. Untuk benda hitam sempurna, e = 1. Adapun Nilai emisivitas (e) berbeda-beda untuk tiap jenis dan keadaan permukaan bahan..

b.                 Pergeseran Wien
Dengan meninjau kembali sebuah lubang pada kotak berongga yang diasumsikan sebagai benda hitam. Jika kotak dipanaskan, atom-atom pada dinding kotak akan menyerap energi panas dan bergetar. Atom-atom yang bergetar ini akan berlaku sebagai osilator harmonik yang menimbulkan gelombang elektromagnetik. Setiap gelombang yang ditimbulkan oleh osilator akan dipantulkan bolak-balik oleh dinding kotak dan membentuk gelombang berdiri. Kejadian ini hampir sama dengan proses terbentuknya gelombang berdiri pada tali yang digetarkan.Suatu gelombang elektromagnetik terdiri atas spektrum gelombang-gelombang dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Para fisikawan meneliti intensitas radiasi untuk panjang gelombang tertentu. Alat yang digunakan dalam percobaan tersebut didasarkan pada prinsip penguraian cahaya (dispersi) oleh prisma menjadi spektrumnya.
Radiasi yang dipancarkan benda hitam dilewatkan melalui celah agar diperoleh berkas gelombang yang sempit. Gelombang tersebut kemudian terdispersi menurut panjang gelombang masing-masing. Untuk mengukur intensitas dan  panjang gelombang setiap spektrum, digunakan detektor yang dapat digeser menurut sudut deviasi berkas gelombang terdispersi. Percobaan tersebut dilakukan berulang pada suhu benda hitam yang berbeda. Dari percobaan yang dilakukan pada beberapa suhu yang berbeda tersebut maka didapat bahwa intensitas radiasi yang dipancarkan benda hitam pada suhu tertentu ditunjukkan oleh grafik yang selalu berbentuk garis lengkung. Intensitas radiasi maksimun terjadi pada panjang gelombang tertentu. Dan luas daerah yang dibatasi oleh garis lengkung dan sumbu panjang gelombang menunjukkan intensitas radiasi total I maks dan suhu mutlak merupakan suatu bilangan konstan. lmaks pada radiasi benda hitam disebut Pergeseran Wien. Wien juga menemukan bahwa hasil kali antara intensitas pada lmaks semakin bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih pendek. Gejala pergeseran intensitas cahaya lmaks akan mengalami pergeseran. Semakin tinggi suhu, intensitas lmaks. Terlihat pula pada grafik bahwa jika suhu berubah, lDari grafik hasil percobaan menunjukkan bahwa jika suhu dinaikkan, intensitas radiasi akan meningkat dan dalam setiap nilai suhu ada panjang gelombang yang memiliki nilai maksimum, yakni
                        Maks  . T      = C
                        Maks    =
Dimana
Maks  = Panjang gelombang emisi maksimum
T          = Temperatur mutlak ( K )
C          = Konstanta Wien

c.    Perumusan Rayleigh dan Jeans
Kurva yang didapatkan dari percobaan sebelumnya merupakan hasil yang empiris, yakni diperoleh dan disimpulkan sebagai hasil pengamatan atau percobaan. Pada masa itu para ilmuwan mencoba mencari penjelasan atas kenyataan empiris tersebut. Pada masa tersebut pula dua ilmuwan, yakni Lord Rayleigh (1842-1919) dan Sir James Hopward Jeans (1877-1946) mencoba menggunakan teori kinetik gas dalam fisika klasik untuk mengolah hasil empiris tersebut.Menurut fisika klasik mengenai ekuipartisi energi, energi rata-rata setiap derajat kebebasan pada suhu T adalah ½ kT. Maka energi total untuk setiap getaran gelombang menjadi kT, dengan k adalah tetapan Stefan-Boltzmann.Meskipun mustahil untuk dapat menghitung besarnya kecepatan setiap partikel gas dalam suatu ruang, teori maxwell dapat mengaitkan kecepatan setiap partikel tersebut terhadap banyaknya partikel di dalam suatu kotak dan dijabarkan melalui kurva distribusi Maxwell. Disini Rayleigh-Jeans melihat bahwa kurva yang dijabarkan oleh maxwell serupa dengan hasil yang diperoleh pada intensitas spektrum  radiasi kalor, karena sebaran energi kinetik diwakili oleh sebaran kecepatan karena energi kinetik dapat dinyatakan dalam kecepatan. Oleh karena itu mereka beranggapan bahwa ada kemiripan antara sifat panas benda dan radiasi kalor. yang besar. Akan tetapi hasil matematis yang didapatkan mereka untuk l mendekati tak hingga maka intensitas akan mendekati nol. Hal ini sesuai dengan hasil empiris untuk l yang membesar, intensitas akan semakin kecil dan jika lBerdasarkan prinsip ekuipartisi energi, persaman matematis yang didapatkan oleh Rayleigh dan Jeans menunjukkan bahwa untuk   yang kecil berada dalam wilayah panjang gelombang ultraviolet. l mengecil. Penyimpangan persamaan Rayleigh-Jeans yang sangat jauh ini selanjutnya diberi istilah katastropi ultraviolet karena l mendekati nol. Hal ini sangat menyimpang dari hasil empiris yang menunjukkan bahwa intensitas akan mendekati nol jika l yang mengecil, intensitas akan membesar. Bahkan intensitas akan menuju tak hingga jika lHal tersebut disebabkan mereka beranggapan bahwa energi yang dimiliki oleh setiap spektrum gelombang bersifat kotinu. Artinya, energi gelombang dapat memiliki sembarang nilai dalam batas yang ditentukan. Sehingga didapatkan nilai energi yang mungkin dengan jumlah yang tak terhingga. Dan anggapan tersebut menghasilkan suatu fungsi yang mengakibatkan ketidaksesuaian dengan hasil eksperimen pada panjang gelombang pendek.
d.   Teori Max Planck
Kegagalan teori Rayleigh-Jeans mendorong seorang fisikawan jerman Max Planck (1858-1947) untuk mencoba melakukan pendekatan lain.Planck menyadari pentingnya untuk memasukkan konsep energi maksimum dalam perhitungan teoritis radiasi benda hitam. Menurut Planck, energi yang diserap atau yang dipancarkan oleh getaran-getaran yang timbul di dalam rongga benda hitam merupakan paket-paket atau kuanta. Besarnya energi setiap paket merupakan kelipatan bilangan asli dari hf dengan h adalah tetapan Planck yang besarnya 6,63 x 10-34 Js dan f adalah frekuensi paket energi. Secara matematis, perumusan Planck dapat dituliskan menjadi :
E = nhf (dengan n adalah kelipatan bilangan asli).
Dimana f dapat dijabarkan lagi sebagai : c/λ (c : kecepatan cahaya, λ : panjang gelombang). Sehingga dapat di dapat rumus :
                        E = hc/λ
Planck membuat aturan bahwa energi setiap modus getar tidak boleh lebih dari energi rata-rata yang dimiliki radiasi (kT). Akan tetapi, karena energi yang mungkin dimilki oleh modus getar nhf, berarti semakin tinggi frekuensi, semakin kecil kemungkinan untuk tidak melebihi kT.
Hubungan kuantum Planck menunjukkan bahwa ekuipartisi energi dan setiap jenis getaran memiliki energi total yang berbeda-beda. Menurut Planck, teori klasik gagal menjelaskan  radiasi benda hitam  pada panjang gelombang pendek karena pada daerah  itu kuanta energinya sangat besar sehingga hanya sedikit jenis getaran yang tereksitasi. Berkurangnya jenis getaran yang tereksitasi mengakibatkan getaran tertekan dan radiasi akan menurun menuju nol pada frekuensi yang tinggi. Oleh karena itu rumus Planck dapat terhindar dari catastropi ultraviolet.
Persamaan yang menujukkan besarnya energi per satuan luas yang dipancarkan oleh suatu benda hitam yang terdistribusi diantara berbagai panjangnya telah diturunkan oleh Max Planck pada 1900 dengan menggunakan teori kuantum, yaitu sebagai berikut,
E=(2πc2 h)/λ2 [1/(e^(hc/λkT)1)
adalah panjang gelombang cahaya dan T adalah suhu mutlak permukaan benda hitam. Konstanta k dan h dihitung berdasarkan data eksperimen, yakni klPada persamaan tersebut, c adalah kecepatan rambat cahaya, k = 1,38 x 10-23 JK-1¬ (disebut konstanta Boltzmann) h = 6,63 x 10-34 Js (disebut konstanta Planck)maks T = 2,898 x 10-3¬¬ mK.lmaks) dan suhu mutlak (T) suatu benda hitam telah diturunkan oleh Wien yang disebut sebagai hukum pergeseran wien, yakni lHubungan antara panjang gelombang energi maksimum (Menurut Planck, atom-atom pada dinding rongga benda hitam memiliki sifat seperti osilator harmonik. Energi yang dimiliki oleh osilator-osilator harmonik tersebut hanya pada nilai-nilai f tertentu. Nilai-nilai tersebut merupakan kelipatan bilangan asli dari hf, yakni hf, 2hf, 3hf, dan seterusnya. Osilator harmonik tersebut tidak boleh memiliki energi selain harga-harga tersebut. Oleh Planck energi osilator itu dikatakan terkuantisasi.
e.    Aplikasi Radiasi Benda Hitam Pada Gejala Pemanasan Global Efek Rumah Kaca
Salah satu penyebab dari pemanasan global adalah peningkatan gas rumah kaca (greenhouse effect). Efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1 hingga 5 derajat Celcius.Analogi sederhana untuk menggambarkan efek rumah kaca adalah ketika kita memarkir mobil di tempat parkir terbuka pada siang hari. Ketika kita kembali ke mobil di sore hari, biasanya suhu di dalam mobil lebih panas di bandingkan suhu di luar. Karena sebagian energi panas dari matahari telah di serap oleh kursi, dashboard dan karpet mobil. Ketika benda-benda tersebut melepaskan energi panas tersebut, tidak semuanya dapat keluar melalui jendela tetapi sebagian di pantulkan kembali.Penyebabnya adalah perbedaan panjang gelombang sinar matahari yang memasuki mobil dan energi panas yang dilepaskan kembali oleh kursi.Sehingga jumlah energi yang masuk lebih banyak dibandingkan energi yang dapat keluar. Akibatnya kenaikan bertahap pada suhu di dalam mobil.Seandainya tidak ada atmosfer, energi sinar matahari yang sampai ke bumi akan mampu memanaskan bumi hingga mencapai suhu 800C di daerah khatulistiwa. Untungnya, lapisan atmosfer bumi mampu memantulkan sekitar 34% energi matahari yang menuju ke bumi sehingga kembali ke angkasa luar. Sekitar 19% diserap oleh awan dan debu-debu yang terdapat pada lapisan atmosfer dan sekitar 47% energinya mencapai permukaan bumi. Bumi tidak mendapatkan pemanasan secara merata. Di dekat khatulistiwa, bumi menyerap radiasi kalor yang lebih besar dibandingkan di dekat daerah kutub. Berkat pola aliran energi kalor yang diserap. Bumi tidak menjadi terlampau panas.
Dari 47% energi radiasi matahari yang diserap permukaan bumi, sekitar 23% digunakan untuk menguapkan air yang terdapat dipermukaan bumi. Sekitar 10% kembali dialirkan keangkasa dalam bentuk konduksi dan konveksi serta sekitar 14% dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromgnetik ke angkasa.Sinar matahari yang memasuki permukaan bumi memiliki berbagai macam panjang gelombang. Sinar tampak berada pada panjang gelombang antara 400-700 nm, sinar inframerah pada panjang gelombang diatas 700 nm dan sinar ultraviolet pada panjang gelombang dibawah 400 nm.
Sinar matahari dengan panjang gelombang pendek, seperti sinar ultraviolet dan sinar tampak, dengan mudah dapat menembus lapisan atmosfer bumi. Ketika energi matahari ini memanaskan bumi, sebagian besar energi dipancarkan kembali oleh bumi ke angkasa sebagai gelombang panjang. Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Sebenarnya dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, untuk mempertahankan panas di bumi. Tanpa adanya efek rumah kaca sama sekali, mungkin kondisi Bumi akan seperti Mars, dimana kondisi di sana sangat dingin dan tidak memungkinkan adanya kehidupan.

Akibat dari ulah manusia menyebabkan naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
f.  Mengukur Suhu Matahari
 Pada temperatur yang cukup tinggi, secara alamiah di dalam bintang-bintang akan terjadi reaksi fusi, yakni inti-inti ringan akan bergabung membentuk inti yang lebih berat. Melalui serangkaian tahapan reaksi fusi, inti-inti atom hidrogen bergabung membentuk inti helium. Proses penggabungan itu digunakan untuk membangkitkan energi di dalam bintang-bintang tersebut.
Energi yang dihasilkan oleh matahari atau bintang tersebut terdiri atas berbagai bentuk radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat diketahui melalui frekuensi atau panjang gelombangnya. Semua gelombang elektromagnetik yang dpancarkan akan merambat dalam ruang angkasa dengan kecepatan sama, yakni dengan kecepatan spektrum cahaya Dengan meneliti spektrum sebuah bintang, seorang astronom akan dapat mengetahui suhu bintang. Tidak mendekat ke matahari atau bintang dengan berpedoman pada spektrum radiasi benda hitam. Pada siang hari, kita akan merasa lebih nyaman memakai baju berwarna putih daripada baju berwarna hitam. Namun, pada malam hari yang dingin kita akan merasa lebih hangat apabila mengenakan baju berwarna hitam daripada baju berwarna putih. Hal itu menunjukkan bahwa permukaan yang gelap merupakan penyerap dan pemancar kalor yang baik dan permukaan yang berwarna putih atau mengkilap merupakan penyerap dan pemancar kalor yang buruk.
Secara teoritis, Benda hitam merupakan suatu objek yang memiliki kemampuan untuk menyerap semua cahaya (berbagai macam panjang gelombang) yang mengenainya pada berbagai variasi temperatur (lebih besar dari 0o). Radiasi yang terjadi pada benda hitam tersebut dikenal sebagi radiasi thermal.
g.    Radiasi thermal
 adalah radiasi yang dipancarkan oleh suatu benda sebagai akibat dari suhunya. Benda baru bisa terlihat sebagai akibat dari radiasi thermal jika memiliki suhu 1000 K, dimana pada suhu ini benda mulai berpijar merah ( contoh: kumparan pemanas kompor listrik) ; pada suhu lebih dari 2000 K benda akan berpijar kuning atau keputih-putihan (contoh: filamen lampu pijar). Demikian seterusnya, jika suhu ditingkatkan lebih lanjut maka akan menimbulkan pijar warna yang berbeda pula.Pada akhir 1800an para ahli fisika melakukan pengukuran  berbagai frekuensi intensitas cahaya yang dihasilkan oleh radiasi benda hitam pada kondisi temperatur tetap (5000 K). Dan dari percobaan tersebut diperoleh data yang jauh berbeda dari benda hitam yang seharusnya (ideal).
        Pada kurva “ideal” ditunjukkan bahwa, ketika temperatur dinaikkan rapatan energi semakin bertambah pada daerah VIS (cahaya tampak) dan puncak semakin bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih kecil, hal ini berarti bahwa radiasi benda hitam bersifat kontinyu. Sedangkan pada hasil percobaan terlihat, kurva radiasi yang ada tidak menunjukkan adanya pergeseran panjang gelombang ke arah daerah VIS.
Benda hitam merupakan benda yang sangat ideal. Emisivitas (daya pancar) yang dimiliki benda hitam sebesar (e) = 1,0. Untuk tingkatan laboratorium (percobaan), benda hitam digambarkan sebagai suatu rongga (lubang ) kecil hitam. Dimana prinsip kerjannya yaitu ketika suatu berkas cahaya memsuki rongga tersebut, berkas cahaya akan dipantulkun berkali-kali tanpa pernah keluar dari rongga tersebut. Untuk setiap pemantulan yang terjadi, berkas cahaya tersebut akan diserap oleh dinding-dinding berwarna hitam jika suhunya lebih lebih rendah dari sekitarnya, sebaliknya berkas cahaya akan dipancarkan jika suhunya lebih tinggi dibandingkan sekitarnya. Emisivitas yang dimiliki ± 0,99 karena jika emisivitasnya lebih rendah dari nilai tersebut, tidak lagi dapat disebut sebagai benda hitam, melainkan benda abu-abu.
“Super black” merupakan contoh benda hitam yang hampir mendekati ideal. Benda ini dibuat dari campuran nikel dan fosfor. Pada tahun 2009, tim ilmuwan Jepang berhasil membuat benda hitam yang lebih sempurna lagi dibandingkan dengan Super black. Benda ini dibuat  berdasarkan dinding tunggal dari carbon nanotube (kolom nano karbon).
Pada tahun 1900an. Max Plank mencetuskan suatu hipotesa yang mampu menjelaskan mengenai “gejala“ kurva benda hitam hasil  percobaan. Hipotesa ini dibuat berdasarkan 2 hukum yang telah dipublikasikan sebelumnya (usaha teoritis untuk menjelaskan radiasi benda hitam). Yang pertama, yaitu hukum Pergeseran Wien yang menyebutkan bahwa data percobaan bernilai tepat hanya pada saat panjang gelombang rendah (frekuensi tinggi), tetapi tidak pada panjang gelombang besar (frekuensi rendah). Untuk hukum yang kedua yaitu hukum Rayleig-Jeans, dimana juga menyebutkan bahwa nilai data percobaan tepat pada kondisipanjang gelombang besar dan frekuensi rendah.
Menurutnya, benda hitam hanya mampu memancar atau menyerap radiasi elektromagnetik dalam ukuran atau paket-paket kecil sebesar , dimana  merupakan frekuensi radiasi dan h merupakan suatu konstanta yang dikenal dengan konstanta Plank yang bernilai 6,6 x 10-34 J. s-1 . Besarnya ukuran atau paket radiasi yang dihasilkan ini dikenal sebagai KUANTUM. Sehingga Plank menyimpulkan bahwa radiasi benda hitam bersifat diskontinyu. Tentu saja kesimpulan beliau ini bertentangan dengan semua teori fisika klasik.
Energi yang dimiliki suatu benda berhubungan dengan amplitudo yang dimilikinya. Menurut Hukum II Newton  mengenai GERAK, energi yang dimiliki oleh suatu benda sangat bervariasi. Berdasarkan hal tersebut, jika energi radiasi elektromagnetik yang dimiliki atom dan gelombang elektromagnetik  memiliki nilai yang bervariasi, maka hanya hipotesis Plank lah yang mampu menjelaskan keberadaan dari kurva radiasi benda hitam.
Hipotesis Plank ini didukung oleh fenomena efek foto listrik. Efek fotolistrik terjadi sebagai akibat dari emisi elektron (foto elektron) suatu benda yang sudah menyerap energi dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang rendah (UV-VIS).












BAB III
KESIMPULAN

Oleh karena radiasi matahari dan cahaya tampak bersumber sama. Sangat beralasan bahwa bila radiasi matahari diketahui maka penerangan alami siang hari dapat pula diketahui. Disadari atau tidak, pemanfatan Radiasi Matahari sangat luas dalam kebidupan sehari-hari. Bila ditinjau dari pengelompokan energi, energi radiasi matahari termasuk kepada energi terbarukan (renewable energy).














  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 comments:

grosir jersey grade ori murah berkata...

Mantap gan, ini lagiii nyari informasi radiasi benda hitam

dyahpdj berkata...

shanas, ini ngambil dari mana ya sumbernya?

Catat Ulasan