ua air dan udara basah


AKADEMI METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
TAHUN AJARAN 2012/2013
  -------------------------------------------------------------------------


Uap Air dan Udara Basah


OLEH
1.    Dyah Rizky Alyudin                         13.11.2470
2.    Endah Eka Kusumaningtyas 13.11.2471
3.    Rizky Dwi Saputro                          13.11.2457
4.    Rosi Fitria                                        13.11.2487

Meteorologi Semester IIIE


FISIKA ATMOSFER




KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa kami telah menyusun Tugas Kelompok Mata Kuliah “ Fisika Atmosfer ” tahun akademik 2012/2013 yang dibimbing oleh Dosen yang Kami hormati Bpk Muhammad Fadli.
           
Tugas makalah ini adalah sebagai tugas kelompok yang berjudul “Uap Air dan Udara Basah”, kami berharap makalah ini akan bermanfaat sebagai tambahan bekal ilmu sekembalinya Kami ke daerah dan juga sebagai proses pembelajaran dalam membuat karya tulis agar nantinya dalam membuat tugas akhir tidak terlalu sulit lagi.           
Akhir kata tak ada gading yang tak retak tak ada kesempurnaan yang dimiliki manusia hanya Allah SWT yang meridhoi usaha kita semua, mohon kritik dan saran yang membangun sungguh kami harapkan. Tak lupa ucapan terima kasih kepada seluruh teman-teman di Kelas Meteorologi TK.II. Mohon maaf atas segala kekurangan sekian terima kasih.





Pondok Betung,  Desember 2012
          


Penyusun








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……..………………………………………………………………………………………………………2
DAFTAR ISI…………...……………………..……………………………………………………………………………….........3
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………………….............4
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………………………………5
1.       Pengertian Uap air………………………………………………………………………………...………………..5
2.       Sumber Uap Air di Atmosfer………………………………………………………………..……….…...........6
3.       Peranan Uap air di Atmosfer…………………………………………………………………………………..7
4.       Pengertian Kelembaban Udara………………………………………………………………………………7
5.       Jenis-Jenis Kelembaban Udara………………………………………………………………………………..8
5.1   Kelembaban Mutlak/Absolut……………………………………………………………………………8
5.2   Kelembaban Nisbi (RH)……………………………………………………………………………………8
5.3   Kelembaban Spesifik………………………………………………………………………………………..9
6.       Persamaan Keadaan Udara…………………………………………………………………………………...10
6.1   Persamaan Udara Kering………………………………………………………………………………..10
6.2   Persamaan Udara Basah…………………………………………………………………………………13
6.3   Udara Jenuh…………………………………………………………………………………………………...13
BAB III KESIMPULAN………………………………………………………………………………………………………15
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………….………………….16




BAB I
PENDAHULUAN
Atmosfir merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi. Keberadaan udara dalam lapisan atmosfir sangatlah penting bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya untuk bernafas. Manusia dapat bertahan sampai satu hari tanpa air di daerah gurun yang paling panas, tetapi tanpa udara manusia hanya bertahan beberapa menit saja. Pada skala yang lebih luas, atmosfir berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari. Atmosfir juga merupakan penghambat benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya, sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfir akan menjadi panas dan hancur.
Atmosfir sebagai lapisan pelindung bumi memiliki beberapa sifat berikut:
1.      Tidak memiliki warna, tidak berbau, dan tidak memiliki wujud, hanya bisa dirasakan oleh indra perasa kita dalam bentuk angin.
2.      Memiliki berat sehingga dapat menyebabkan tekanan.
3.      Memiliki sifat dinamis dan elastis yang dapat mengembang dan mengerut.
Berkaitan dengan atmosfer, didunia meteorology kita akan membahas mengeani apa itu udara (kelembaban) dan apa saja yang ada di atmosfer. Kelembaban merupakan jumlah uap air yang terkandung di udara. Besar kecilnya kelembaban tergantung pada jumlah uap air di udara. banyak kegiatan yang sangat tergantung pada faktor kelembaban, baik untuk industri, laboratorium, atau budidaya tanaman. Seperti halnya alat ukur suhu, alat ini berfungsi baik hanya sebagai monitoring, maupun sebagai bagian proses kontrol. Namun dalam kehidupan nyata, kelembaban tidak terlepas dari faktor suhu, hal ini disebabkan karena kelembaban bergantung pada faktor banyaknya uap air, tekanan parsial uap air, dan tentunya faktor ini dapat disebabkan adanya faktor suhu. Penjelasan sekilas mengenai kelembaban membuat kami penyusun akan membahas lebih dalam lagi pada makalah ini yaitu mengenai “Uap Air dan Udara Basah” dimana kita akan mengetahui terkait materi tentang persamaan keadaan udara.


BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Uap Air
Uap air adalah gas yang terjadi dari proses pemanasan air (H2O). Uap air terpisahnya Hidrogen (H) dan Oksigen (O) pada ikatan molekul air, uap air mempunyai potensi kekuatan yang luar biasa yang bisa digunakan untuk menggerakkan turbin listrik PLTU, kereta uap atau mesin uap. Uap air di alam bisa berupa awan atau kabut.
Uap air yang terjadi secara alami disebabkan oleh pemanasan Matahari dan oleh panas Bumi contoh pemanasan oleh Matahari dikenal pemanasan di lautan luas merupakan permukaan air yang sangat besar dan penguapannya banyak sekali sehingga bisa menyebabkan pengaruh musim kemarau atau musim hujan di suatu wilayah. Uap air bergerak kearah wilayah yang lebih panas menyebabkan pergerakan uap air yang disebut angin. Pemanasan oleh panas bumi contohnya ditempat sumber-sumber air panas.
Uap air merupakan senyawa kimia udara yang tersedia dalam jumlah besar, tersusun dari dua bagian hidrogen (H2) dan satu bagian oksigen (O). Uap air masuk ke dalam udara melalui proses evaporasi dan transpirasi (atau digabungkan menjadi istilah evapotranspirasi). Evaporasi adalah penguapan air yang berada di lautan, danau, sungai, dan massa air lainnya, sedangkan transpirasi adalah penguapan (perpindahan) air yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan ke udara. Uap air akan hilang dari udara jika ia mengalami kondensasi menjadi titik-titik air dan turun sebagai hujan. Selain unsur gas dan uap air, lapisan udara juga memiliki unsur aerosol yang jumlahnya tidak tetap.
Aerosol adalah partikel-partikel debu, garam laut, sulfat, atau nitrat yang berada dan melayang-layang di udara. Aerosol dapat berasal dari letusan gunungapi, pembakaran bahan bakar minyak dari kendaraan bermotor atau industri, deburan gelombang pecah di pantai, spora tumbuhan, bakteri, virus flu, dan lain-lain.
Atmosfer selalu dikotori oleh debu. Debu adalah istilah yang dipakai untuk benda yang sangat kecil sehingga tidak tampak kecuali dengan mikroskop. Jumlah debu berubah-ubah tergantung pada tempat. Sumber debu beraneka ragam, yaitu asap, abu vulkanik, pembakaran bahan bakar, kebakaran hutan, dan smog. Smog singkatan dari smoke and fog adalah kabut tebal yang sering dijumpai di daerah industri yang lembab. Debu dapat menyerap, memantulkan, dan menghamburkan radiasi matahari. Debu atmosfirik dapat disapu turun ke permukaan bumi oleh curah hujan, tetapi kemudian atmosfir dapat terisi partikel debu kembali. Debu atmosfir adalah kotoran yang terdapat di atmosfir.

2.      Sumber Uap Air di Atmosfer
Uap air yang terkandung didalam atmosfer relative konstan, adanynya perubahan yang bersifat local lebih dikarenakan adanya variasi cuaca. Proses evaporasi dari seluruh permukaan seperti lautan, danau, sungai vegetasi maupun tanah merupakan sumber uap air yang ada diatmosfer. Kapasitas atmosfer dalam menampung uap air dari permukaan bumi yang diperoleh melalui proses evaporasi tersebut sangat terbatas. Apabila jumlah uap air yang datang ke atmosfer melampaui kapasitasnya dalam menahan air, maka uap air tersebut akan berkondensasi yang pada akhirnya akan membentuk awan dan hujan. Jika jumlah uap air diudara rendah maka kapasitas atmosfer untuk menampung air semakin banyak, sehingga uap air tersebut akan menjadi awan dan hujan dan jatuh kembali kepermukaan bumi.
Jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung oleh atmosfer (es) tergantung pada suhu udara dan udara dikatakan jenuh uap air bila nilai es tercapai pada suhu tersebut. Jadi keadaan jenuh (saturation) adalah tingkat keadaan dimana uap air dapat berada pada keseimbangan dengan permukaan datar murni pada suhu yang sama.
Peningkatan suhu udara sampai pada tingkat tertentu, diikuti oleh meningkatnya tekanan uap jenuh. Artinya apabila suhu tinggi berarti udara semakin kering, sehingga kemampuan udara untuk menampung uap air semakin banyak.
3.      Peranan Uap Air di Atmosfer
Uap air yang ada diudara merupakan hasil dari proses evaporasi dari suatu permukaan tanah, air maupun vegetasi. Pengangkutan uap air kedalam dan melalui lapisan tipis yang dipunyai oleh suatu permukaan adalah analog dengan transport panas. Panas dan uap air ditransfer ke udara yang lebih atas secara konveksi atau “eddy difusi” maupun dengan cara konduksi. Transpor bersih panas biasanya naik selama siang hari dan turun selama malam hari. Tranpor bersih untuk uap air biasanya mengikuti pola seperti yang terjadi pada evaporasi yaitu pada siang hari dan mengembun pada malam hari. Titik embun adalah suhu dimana suatu massa uap air akan mengembun pada tekanan yang konstan dan kandungan uap air pada kondisi jenuh konstan.
Kelembaban udara merupakan situasi kandungan uap air yang ada diudara pada waktu dan tempat tertentu. Keberadaan uap air diudara mempunyai peranan yang sangat penting, karena akan sangat menentukan kemungkinan proses pembentukan awan maupun hujan. Selain itu uap air akan berperan melindungi permukaan bumi terhadap besarnya pengaruh radiasi inframerah yang dipancarkan oleh matahari maupun sumber lain. Uap air juga berperan dalam proses fisik atmosfer uap air sebenarnya merupakan penyimpan panas dari energy matahari, yaitu dari bentuk sensible heat (panas terasa) menjadi latent heat (panas laten). Sehingga bila kelembaban udara tinggi, maka suhu udara akan turun, karena panas terasa banyak tersimpan menjadi panas laten.
4.      Pengertian Kelembaban Udara
Kelembapan udara (humidity gauge) adalah jumlah uap air diudara (atmosfer).  Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat  yang digunakan untuk mengukur kelembapan disebut dengan  Higrometer. Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan udara dalam sebuah bangunan dengan sebuah pengawal lembap (dehumidifier).
Selain itu, kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.
Dapat dianalogikan dengan sebuah termometer dan termostat untuk suhu udara. Perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu. Konsentrasi air di udara pada tingkat permukaan laut dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak melebihi 0,5% pada 0 °C (32 °F).
Ada dua istilah kelembapan udara yaitu kelembapan tinggi dan kelembapan rendah. Kelembapan tinggi adalah jumlah uap air yang banyak diudara, sedangkan kelembapan rendah adalah jumlah uap air yang sedikit diudara.

5.      Jenis-Jenis Kelembaban Udara
Kelembapan udara dapat dinyatakan sebagai kelembapan udara absolut, kelembapan nisbi (relatif), maupun defisit tekanan uap air. Kelembapan absolut adalah kandungan uap air yang dapat dinyatakan dengan massa uap air atau tekanannya per satuan volume (kg/m3). Kelembapan nisbi (relatif) adalah perbandingan kandungan (tekanan) uap air actual dengan keadaan jenuhnya (g/kg). Defisit tekanan uap air adalah selisih antara tekanan uap jenuh dengan tekanan uap aktual.
5.1  Kelembaban Mutlak/Absolut
Kelembaban absolut mendefinisikan massa dari uap air pada volume tertentu campuran udara atau gas, dan umumnya dilaporkan dalam gram per meter kubik (g/m3). Atau dinyatakan dengan banyaknya uap air dalam setiap unit volume udara.
Contoh:
Dalam 1 meter kubik udara terdapat uap air sebanyak 12 gram. Maka dikatakan bahwa kelembaban absolute udara tersebut ialah 12 gram/m3.
5.2  Kelembaban Nisbi(RH)
Kelembapan Relatif / Nisbi yaitu perbandingan jumlah uap air di udara dengan yang terkandung di udara pada suhu yang sama. Kelembaban nisbi membandingkan antara kandungan/tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya atau apda kapasitas udara untuk menampung uap air.
Misalnya pada suhu 270C, udara tiap-tiap 1 m3 maksimal dapat memuat 25 gram uap air pada suhu yang sama ada 20 gram uap air,maka lembab udara pada waktu itu sama dengan .
Kelembaban nisbi (RH) mempunyai dua pengertian, yaitu:
a.       Perbandingan jumlah uap air yang ada secara nyata (actual) dengan jumlah uap air maksimum yang mampu dikandung oleh setiap unit volume udara dalam suhu yang sama.
Untuk mencari kelembaban nisbinya digunakan rumus:
                                                RH =  e/E x 100%
RH = kelembapan nisbi dalam persen
e    = kandungan uap air hasil pengukuran secara langsung
E    = kemampuan maksimal udara dapat menampung uap air
Contoh:
Dalam suhu 20C, kemampuan maksimum udara menampung uap air adalah 25 gr/m3. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung, diketahui kandungan uap air dalam udara adalah 20 gr/m3.
RH =  20/25 x 100%
RH = 80 %
b.      Banyaknya tekanan uap yang ada secara nyata (actual) dengan tekanan uap maksimum pada suhu yang sama.
Contoh:
Tekanan uap maksimum pada suhu 15 adalah 1.000 mb (E), sedangkan tekanan uap hasil pengukuran (e) adalah 800 mb, maka kelembaban nisbi di daerah itu adalah;
RH = e/E x 100% = 800/1000 x 100% = 80%
5.3  Kelembaban Spesifik
Kelembaban spesifik adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam 1 kilo gram udara.
Contoh:
Dalam 1 kilogram massa udara terkandung uap air sebanyak 12 gram. Maka dikatakan bahwa kelembaban spesifik udara tersebut adalah 12 gram/kg.
6.      Persamaan Keadaaan Udara
Ada unsur apa saja di dalam udara di sekitar kita? Atmosfir merupakan lapisan udara yang terdiri atas banyak unsur gas, seperti nitrogen (N2), oksigen (O2), argon (Ar), dan karbondioksida (CO2) sebagai unsur utama dan unsure lainnya seperti Neon (Ne), Helium (He), Ozon (O3), Hidrogen (H2), Krypton (Kr), Metana (CH4), dan Xenon (Xe). Selain itu, terkandung pula uap air dan partikel lain seperti debu dan garam-garaman yang kita sebut aerosol. Udara di permukaan bumi yang mengandung uap air disebut udara lembab, sedangkan jika tidak mengandung uap air disebut udara kering. 
6.1  Persamaan Udara Kering
Empat gas utama dalam udara kering meliputi :
Nitrogen (N2) merupakan komposisi terbesar dari atmosfer yaitu dengan presentase 78% dari total volume udara kering. Nitrogen dapat hilang dari atmosfer karena proses biologi yang melibatkan bakteri pada tanah. Nitrogen diambil dari atmosfer oleh plankton di laut untuk memperkuat rantai makanan di laut. Kemudian dikembalikan lagi ke atmosfer oleh pembusukan tanaman dan hewan.
Komposisi terbesar kedua di atmosfer adalah oksigen (O2) dengan presentase 21% dari total volume udara kering. Presentase antara nitrogen dan oksigen sama pada setiap lapisan atmosfer hingga 80 km (mesosfer) sehingga disebut homosfer. Oksigen dihasilkan dari proses fotosintesis atau dari proses pembusukan materi organik serta ketika bergabung dengan zat lain yang menghasilkan oksigen. Kemudian oksigen tersebut diambil untuk proses pernapasan hewan dan manusia.
Air (H2O) di atmosfer memiliki bentuk yang bermacam-macam, mulai dari uap air (gas), air (cair), dan es (padat). Proses pengangkatan air ke udara dalam bentuk uap air (evaporasi), kemudian terjadi pendinginan pada level tertentu sehingga berubah menjadi awan yang memiliki komposisi bentuk air (kondensasi) kemudian turun sebagai hujan (presipitasi). Jika naik lagi ke atas sampai air berubah menjadi es (suhu yang sangat dingin) maka akan turun sebagai salju. Uap air berperan sangat penting di atmosfer karena mengeluarkan bahang yang sangat banyak yang disebut bahang laten (latent heat). Bahang laten ini merupakan sumber utama dalam pembentukan badai seperti hujan badai dan hurricane.  Uap air juga merupakan gas rumah kaca karena menyerap radiasi yang keluar dari bumi sehingga bumi menjadi lebih hangat.
Karbon dioksida merupakan komponen atmosfer meskipun hanya sedikit (0,038%) tetapi berperan sangat penting. Karbon dioksida berasal dari berbagai sumber seperti pembusukan vegetasi, hasil buang pernapasan dari manusia dan hewan, pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan erupsi vulkanik. Kemudian, karbon dioksida tersebut digunakan untuk proses fotositesis pada tanaman dan tersimpan ada akar, batang, dan daun pada tamanan tersebut. Laut merupakan reservoir terbesar untuk CO2 dari fitoplankton yang sangat banyak di laut. Karbon dioksida di laut menyimpan 50 kali lebih banyak dari yang ada di atmosfer. Peran penting lainnya dari CO2 adalah sebagai gas rumah kaca sama seperti uap air. Gas rumah kaca lainnya adalah methane (CH4), nitrous oxide (N2O), dan chlorofluorocarbons (CFCs).
Gas metana berasal dari proses pemecahan bahan tanaman oleh bakteri tertentu di tanaman padi, tanah basah yang kekurangan oksigen, aktivitas biologis rayap, dan reaksi biokimia dalam perut sapi. Kondisi anaerob dalam penggenangan padi sawah menghasilkan gas metan.  Menurut hasil penelitian kontribusinya cukup besar.
Chlorofluorocarbons (CFCs) merupakan salah satu gas rumah kaca yang baru-baru ini meningkat sangat pesat. Sumber utama dari CFCs adalah alat elektronik seperti lemari es dan pengaharum ruangan yang di seprot. Meskipun jumlahnya sangat kecil, tetapi gas ini sangat berperan dalam penghancuran ozon di stratosfer, dan menyebabkan efek rumah kaca.
Ozon merupakan salah satu komposisi yang hanya sedikit di atmosfer (kurang dari 0,002 dari volume) tetapi berperan penting, 97% nya berada di stratosfer. Gas ini juga ada di troposfer, hanya saja menjadi berbahaya (Photochemical smog) yang akan menyebabkan iritasi pada mata dan kerongkongan/ pernapasan dan merusak tanaman. Biasanya digunakan sebagai disinfektan seperti untuk ozonisasi. Peran ozon yang ada di stratosfer adalah untuk melindungi makhluk yang ada di permukaan bumi dari paparan langsung sinar ultraviolet karena sinar UV ini sangat berbahaya. Bagi manusia dapat menyebabkan kanker kulit dan dapat merusak tanaman (karena tanaman menyerap radiasi PAR bukan UV).
Aerosol merupakan suatu partikel padat atau liquid yang tersuspensi sangat kecil yang berada di atmosfer. Aerosol ini berasal dari butiran air laut (mengandung garam) yang terbawa ke atmosfer akibat evaporasi, partikel debu dari kebakaran, dan asap dari letusan gunung berapi. Aerosol ini bisa menjadi inti kondensasi dalam pembentukan butiran hujan di awan.
Ada pula dari hasil buangan manusia yang berbahaya disebut polutan, berasal dari buangan asap kendaraan bermotor seperti nitrogen dioxide (NO2), carbon monoxide (CO),dan hydrocarbons. Pada sinar matahari, nitrogen dioksida bereaksi dengan hidrokarbon dan gas lainnya untuk memproduksi ozon. Karbon monoksida berasal dari kendaraan bermotor yang sangat berbahaya, memiliki sifat fisik yang tidak berwarna dan tidak berbau.
Sulfur dioksida (SO2) berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak. Sulfur dioksida akan naik ke atmosfer dan ketika atmosfer cukup lembab, SO2 berubah menjadi asam sulfur. Hujan yang mengandung asam sulfur (hujan asam) akan mengaratkan logam, melunturkan cat, dan meningkatkan keasaman danau. Hujan asam ini sangat berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan bronkitis dan amfisema serta merusak kehidupan tanaman. Hujan asam banyak terjadi di daerah industri yang merupakan sumber dari sulfur dioksida.
6.2  Persamaan Udara Basah
Dalam meteorologi,udara basah merupakan campuran dari udara kering + uap air. Persamaan keadaan gas sempurna/hukum gas ideal berlaku hubungan antara tekanan (P),volume(V) dalam temperature (T) dalam keadaan setimbang.
Sifat thermodinamika udara basah ditentukan oleh gabungan dari sifat thermodinamika udara kering dan uap air.
Berlaku hukum gas ideal. Pendekatan persamaan yang digunakan :
e = ρv .Rv.T
Dimana :    e = tekanan uap
ρv = densitas uap
Rv  = konstanta gas untuk uap air (0,461 JK-1g-1)
6.3  Udara Jenuh
Udara di daerah tropik yang panas dengan sendirinya mempunyai kemampuan yang tinggi untuk menampung uap air dibandingkan di daerah dingin (kutub).
Tekanan uap air jenuh akan naik terhadap kenaikan temperature dan begitupun sebaliknya. Tekanan uap air jenuh diatas permukaan air
Temperature (oC)
Tekanan Uap Air Jenuh (mb)
0
6,11
10
12,27
20
23,37
30
42,43
40
73,77

Beberapa faktor yang mempengaruhi kondensasi :
v  Temperature udara,mempengaruhi terhadap tingkat kejenuhan udara
v  Inti kondensasi,partikel-partikel yang sangat kecil yang ada di atmosfer
Inti kondensasi yang baik harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
v  Sifat hygroskopis yaitu suatu sifat yang dapat menarik uap air dari udara
v  Sifat mengisap panas latent yang timbul dengan terjadinya kondensasi
Beberapa inti kondensasi yang di atmosfer :
ü  Garam dapur
ü  Debu
ü  Abu
ü  Letusan Gunung Berapi
ü  Asam belerang




















BAB III
KESIMPULAN
Uap air merupakan senyawa kimia udara yang tersedia dalam jumlah besar, tersusun dari dua bagian hidrogen (H2) dan satu bagian oksigen (O). Uap air masuk ke dalam udara melalui proses evaporasi dan transpirasi (atau digabungkan menjadi istilah evapotranspirasi).
Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kelembaban terdiri dari tiga jenis yaitu kelembapan absolute/mutlak, kelembapan spesifik dan kelembapan relative (RH).
Di atmosfer kita akan menemui persamaan keadaan udara dimana kita akan mengenal udara basah dan udara kering. Udara di permukaan bumi yang mengandung uap air disebut udara lembab, sedangkan jika tidak mengandung uap air disebut udara kering. 











DAFTAR PUSTAKA
Bayong Tjasyono HK, SAINS ATMOSFER. Badan Mteorologi dan Geofisika, 2008.
www.google.com
http://meteoumum.blogspot.com/2010/07/kelembaban-udara-kelembaban-udara.html
http://rahmatkusnadi6.blogspot.com/2010/09/kelembaban-udara.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kelembaban_relatif
http://id.wikipedia.org/wiki/Uap_air













  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Catat Ulasan